,
[Notes : Tulisan ini adalah beberapa hal yang ingin aku bagikan berdasarkan apa yang aku rasakan dan aku coba mengerti, bukanlah pembahasan lebih dalam secara saintifik. Dan konsep yang ada disini benar benar sudut pandang aku, yang bisa aja gak sesuai dengan nilai yang orang lain anut, hal yang wajar untuk menjadi berbeda kok ,hehe]
Yang khas banget di momen ginian tentu aja minta maaf lahir batin dong yaa. Hari yang fitri, hari kemenangan. Perlu diperhatiin ni, kita udah coba minta maaf ke oran lain, tapi gimana dengan diri kita sendiri, udah minta maaf ke diri sendiri belumm?
Kalo kita ngerasa penting untuk minta maaf ke orang lain, kitapun harus sadar bahwa jauh lebih penting untuk minta maaf ke diri sendiri.
Kenapa harus minta maaf ke diri sendiri? emangnya apa yang aku lakuin sampean harus minta maaf? lagian kan diri aku sendiri pun
Menurut aku diri kita sendiri lah yang paling patut kita maafin terlebih dahulu. Entah itu secara sadar atau tidak, pasti kita semua pernah melakukan kesalahan, dan gak jarang kesalahan tersebut bener bener mengecewakan diri kita, membuat kita kesel dengan diri sendiri, bahkan sampean nyalahin diri sendiri terus.
Sebelum lebih jauh ni, kenapa rasa bersalah itu bisa muncul dan apa fungsi dia sih?
Kalo kita analogiin aja sih, rasa bersalah kan muncul dari ketidaksesuaian antara apa yang harus dilakuin dan apa yang kita kerjain, jadi rasa bersalah itu muncul saat kita ngelakuin hal yang gak seharusmya. Nah dari sini, kita bisa dong bentuk sebuah argumen kalo sebenarnya rasa bersalah itu datang sebagai bentuk peringatan kepada diri kita sendiri agar mengerti situasi yang terjadi, ngerti kalo kondisi disaat itu adalah sesuatu yang tidak tepat. Tapi niiii, rasa bersalah ini hanya akan menjadi hal yang baik kalo kita ngeresponnya sesuai dengan kadarnya. Pasalnyaa, banyak dari kita yang ngerasain rasa bersalah terlalu jauh, rasa bersalah itu menjadi sangat berat bagi kita. Entah apapun yang melatarbelakangi hal ini muncul, tetap aja akan berdampak tidak baik banget bagi diri kita.
Rasa bersalah ini menjadi sebuah cap buruk yang tersemat ke dalam diri sendiri akibat sesuatu di masa lalu baik itu kekurangan, kekesalan dan kekecewaan, dalam konteks ini kita menisbatkan diri dengan segala hal tersebut. Hal yang berlebihan ini akan membawa kita kepada kondisi dimana kita kehilangan kepercayaan atas diri kita sendiri, mungkin aja akan terucap hal hal seperti :
"kok gini doang aku gak bisa diandelin sih",
"apa iya aku seburuk itu",
"coba aja dulu aku gak begini",
"semua pasti berbeda kalo aku ngelakuin hal yang lain, bukan yang itu"
Kata kata diatas gini adalah sedikit bentuk atas rasa bersalah yang terlalu besar dalam diri kita, yang mana sampe bikin kita udah gak yakin lagi atas diri kita, ngerasa udah capek atas apa yang kita lakuin, salah melulu, salah terus, gak berguna terus.
Lalu juga, ternyata rasa bersalah ke diri sendiri itu bukan hanya bisa muncul dari tindakan yang kita secara sadar bertanggung jawab atasnya, melainkan juga bisa terjadi atas hal hal yang diluar tanggung jawab kita, diluar kendali dan kontrol kita, yang bukan lah kesalahan kita secara mutlak.
Hal ini bisa terjadi pada kasus hal hal yang kredensial dengan kita, yang sifatnya personal, dekat dengan kita dan memiliki hubungan secara batin yang dalam, sehingga memunculkan kecenderungan kita akan kesalahan tersebut adalah kesalahan kita juga, walaupun pada kenyataannya bukan lah kesalahan kita secara mutlak. Rasa bersalah yang seperti ini bisa muncul sebagai bentuk kehilangan kepercayaan kita terhadap lingkaran sosial terdekat kita, ataupula rusaknya hubungan dengan orang orang yang sangat dekat dengan kita, ataupula dari lingkungan pertama kali kita, keluarga.
Hal diatas hanya sebagian kecil sampel dari bentuk yang bisa saja terjadi. Sampe sini kita anggep bahwa persepsi kita mengenai rasa bersalah yang akan kita bicarakan udah sama yaa.
Okay, bentuk rasa bersalah yang "kegedean porsinya" ini yang harus ditindak lanjuti dengan baik. Pelan pelan.
Yok coba kita bahas, apaan aja sih sebenarnya yang harus dimaafin dari diri sendiri dalam bentuk dimana aja yang kita gak sadar kalo sebenarnya kita udah ngelakuin kesalahan ke diri sendiri!
- Saat ternyata harapan yang kita emban dan bawa tidak sesuai dan sangat jauh berbeda dengan kenyataan yang saat ini harus kita tanggung. Kenyataan yang kita alami adalah hasil dari keputusan baik kita sendiri yang memutuskannya maupun orang lain yang memiliki pengaruh atas diri kita.
- Saat apa yang kita lakuin untuk menggapai apa yang kita tujukan terhenti ditengah jalan, dihentikan, atau terhentikan, mungkin saja dengan alasan konyol yang bahkan gak bisa kita pikirin apakah hal tersebut mungkin untuk terjadi.
- Saat kita tidak menyadari bahwa sudah terlalu keras dengan diri sendiri, mengedepankan perasaan orang lain terlebih dahulu dan tidak mengutamakan perasaan diri sendiri.
- Saat keputusan yang diambil bukanlah keputusan paling ideal yang kita pikirkan (disaat itu)
- Hal hal diluar kendali kita berbuat hal hal yang berlawanan dengan nilai yang kita anut yang juga menyakiti kita.
Pernah ngerasin kegagalan dan kekecewaan yang sangat mendalam, merasa bersalah atas keputusan aku dan dengan kondisi yang terjadi saat itu. Pernah menghakimi diri sendiri dan pernah meragukan diri sendiri, pernah ngerasa gak bisa diandalkan dan ngerasa gak pantas.
Kalo kita gunakan kerangka yang ada diatas tadi dengan cerita aku, hal hal yang menjadi rasa bersalah aku disebabkan :
- Harapan aku tidak sesuai dengan kenyataan yang aku hadapi.
- Kerja keras aku terhentikan, gak bisa dilanjutkan karena kondisi.
- Terlalu keras dengan diri sendiri, dengan egonya yakin kalo aku bisa lulus tanpa mempertimbangkan hal lain
Banyak hal lain lagi yang cukup personal untuk aku bahas, jadi gak bisa menceritakan banyak hal. Yang pastinya, kita semua pernah memiliki waktu waktu yang buruk dalam hidup kita, semua kita punya persoalan hidup masing masing jenisnya.
Kita harus yakinkan terlebih dahulu, bahwa masalah apapun yang saat ini kita rasakan adalah mutlak kesalahan yang punya jalan keluar. Semua akan baik baik aja kok. Kita memerlukan waktu untuk menerima terlebih dahulu apa yang terjadi dengan diri kita. Bukan hal mudah memang, bahkan kita masih akan terus berusaha untuk menerima keadaan. Move on dari kenyataan yang terjadi bukan bagai membalikan telapak tangan, perlu waktu, perlu proses.
Kesalahan yang udah terjadi di masa lalu gak bisa kita ubah, gak bisa dong kita balikin waktu dan berharap untuk kembali ke kejadian waktu itu dan ngerubah alurnya. Artinya kita sudah siap nerima kalo itu benar benar terjadi. Setelah menerima apa yang terjadi, mengenali dan mengetahui dengan jelas apa yang terjadi, selanjutnya kita coba untuk rubah pemikiran. Yang tadinya kita anggap itu terlalu besar, coba kita pecah pecahkan menjadi hal yang lebih sederhana, bongkar sedikit demi sedikit bagian lukanya.
Pelajaran yang penting dalam hidup kita muncul dan dapat kita pelajari di waktu waktu yang tidak terduga, muncul tiba tiba tanpa ada persiapan, yap gitu deh yang namanya ujian kehidupan. Kesalahan yang
Kesalahan apapun itu, tak selalu buruk, ada hal hal yang ternyata tidak kita duga muncul menjadi hal yang lebih baik. Bahkan lebih baik dari apa yang kita bayangkan sebelumnya. Semakin kita cepat menerima hal yang terjadi, kita punya waktu yang lebih cepat untuk bertemu dengan hal hal baik lainnya.
Setelah kekecewaan yang dalam akibat engga lulus Fk, ternyata dengan cepatnya pula aku dihadapkan dengan hal yang jauh jauhhh lebih baik.
Yakinkan kalo kita bukanlah cap buruk dari kesalahan tersebut. Kamu bukanlah kesalahan yang kamu perbuat. Diri kita bukanlah bentukan dari kesalahan kesalahan yang terjadi, diri kita adalah diri kita. Gak penting seberapa butuk waktu yang pernah kita alami, hal tersebut sudah berlalu, fokuskan pikiran kita ke depan.
Kita sendirilah yang menciptakan kebahagian diri kita sendiri. Setiap saat kita akan dihadapkan dengan pilihan : menyesali kegagalan dan bertahan di masa lalu, atau menggenggam kegagalan dan berjalan kembali meraih kebahagiaan. Bagi aku, senyum adalah pilihan bukan hanya keajaiban. Kita yang memilih untuk tersenyum, maka kesalahan banget kalo kita menunggu dan berharap datang hal hal yang membuat kita bahagia.
Yaap sekian.
Aku menulis untuk diriku...
Terima kasih :)



