Selasa, 21 Juli 2020

Merasa diri ada gangguan? Jangan ikuti! Self-Diagnose itu bahaya!


Sumber gambar : https://thedailytexan.com/

Okay kali ini sepertinya kita memiliki topik yang sangat seru untuk dibahas. Hal ini menyangkut erat dengan diri kita masing masing, topiknya akan terasa dekat, dan dapat kita rasakan secara langsung.

Topik psikologi selalu punya cerita yang keren untuk dibahas, yuk mari diskusi kitaa!

Pernah gak sih, kita ngerasa dalam suatu kondisi yang bisa jadi adalah kondisi dimana kita tidak sedang baik baik saja, kita merasa ada yang salah dengan diri kita sampai sampai kita merasa diri kita memiliki gangguan? Iyaaa kita merasa kayak

"sepertinya aku ngidap gangguan ini deh",
"aku kok moodnya naik turun, apa jangan jangan aku gangguan yaa?",
"orang lain normalnya begitu, kok aku begini yaa, apa mungkin ada yang salah dengan diriku?"

Atau mungkin saat ngeliat postingan "tes kepribadian" yang banyak sekali beredar di internet,

"Eh iya yaa, bener juga aku tu kayak itu, kayaknya aku kenak gangguan ini deh",
"cocok banget sih kayak aku, sikap dan sifat aku tu kayak gitu, fix aku kayaknya gini deh"

dan bentuk bentuk anggapan terhadap diri kita sendiri lainnya yang menyangka kita memiliki gangguan. Hal hal diatas tentu kita rasakan saat memiliki bandingan dengan yang lainnya. Dengan kata lain, kita melakukan hal tersebut karena memiliki rasa penasaran akan perbedaan yang kita rasakan, atau dikala mendapatkan informasi dan kita menggeneralisirkan apa yang kita dapatkan.

Padahal kenyataannya, informasi yang tersebar belum tentu menjadi informasi yang siap diterima mentah mentah, memerlukan proses untuk diaplikasikan, dalam artian belum tentu kebenarannya.

Kita bisa saja melihat hal ini sebagai bentuk kemajuan dari kesadaran akan kesehatan mental diri kita sendiri, kita akan memposisikan diri bahwa kita lebih peka terhadap diri kita sendiri dan merasa bahwa kita sudah memahami diri kita, karena itu kita berani untuk mengatakan bahwa ada yang salah dengan diri kita.

Namun, ternyata anggapan inipun adalah sebuah kesalahan. Tindakan saat kita mendiagnosa diri sendiri disebut Self-Diagnose. Self-Diagnose adalah tindakan saat kita mendiagnosa diri kita sendiri memiliki gangguan atau penyakit berdasarkan pengetahuan yang kita miliki, baik dari perbandingan yang telah kita bicarakan diatas, atau juga dengan informasi "sekedar" yang kita dapatkan.

"Aku moodnya sering berubah ni, aku kayaknya bipolar deh",
"Haduh aku ngerasa beban banget, depresi akut nih akuu",
""

Saat kita merasa bahwa kita memiliki gangguan, tentu kita akan mengalami kepanikan yang berlebih. Hal ini akan memperburuk keadaan, sikap yang sangat berbahaya. Saat kita merasa ada yang salah dengan diri kita, jangan langsung mendiagnosa, 


Kita bukanlah profesional yang dapat menentukan gangguan apa yang menyerang kita.


Banyak banget sih dampak yang buruk saat kita langsung menekankan bahwa kita mengalami gangguan tertentu, kayak tadi yang kita bicarain, kita bisa mengalami kepanikan yang berlebih, terus juga bakalan berbahaya banget kalo kita mengambil tindakan minum obat sendiri tanpa resep dari dokter, haduuh bahaya kann. Misal ni kita udah ngerasa tau apa penanganannya, dan sok tau apa obatnya, minum obat gak ada anjuran dokter, dosis nyaa pun asal asalan, huaa gimana coba itu jadinyaa. 

Gangguan mental itu kan penyakit yang cukup kompleks yaa, gejalanya itu bukan cuma secara psikis, tapi juga gejela fisik, dan juga tentunya untuk mendiagnosa kalo kita mengidap suatu gangguan, ada prosedur pemeriksaan yang harus dilakukan kan yaaa, ada kriteria yang harus dipenuhi untuk dapat mendiagnosa suatu gangguan. 

Kalo kita ngerasa ada yang salah dengan diri kita, coba untuk  bicarakan dengan orang orang terdekat, tanyakan pada mereka mengenai apa yang kamu rasakan untuk perbandingan dengan apa yang kamu pikirkan. Temui psikolog untuk konsultasi apabila dirasa perlu. Datang ke psikolog bukanlah hal yang rendahan kok. Banyak yang beranggapan bahwa datang ke psikolog itu orang yang parah banget deh, udah sakit dan bermasalah. Aku pribadi sangat engga setuju.

Aku pernah kok datang ke psikolog untuk konsultasi, dan aku gak ngerasa malu dengan hal itu.


Aku ngerasa ke psikolog penting saat dirasa perlu. Sooo, jangan malu untuk menjaga kesehatan mental kita.

Thanks.

Mendiagnosis diri sendiri itu ibarat duduk di kursi goyang. Dia gak akan membawamu kemana-mana kecuali maju mundur dalam kebimbangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar